Sudah tanggal 5 Januari 2013 kawan. Apa yang sudah dan apa yang belum anda capai?
Jangan merasa pertanyaan tersebut membuat anda "galau", karena lebih banyak yang belum anda capai. Percuma anda mengeluh. Jangan menyerah!! Bersemangatlah!!! Anda masih punya waktu sekarang dan harapan dimasa depan. Lakukan evaluasi dan gunakan langkah berbeda.
Ingat semua adalah proses. Manusia yang sudah dianggap sukses pun masih merasa belum puas dengan kesuksesannya. Kemudian dia berproses kembali. Mencapai target-target baru dalam hidupnya. Maka kemudian masihkah anda berdiam diri. TIDAK!! Teriaklah dengan keyakinan dan optimisme.
Fokuslah pada mimpi atau target terbesar anda. Tutuplah mata anda sejenak. Bayangkan kembali mimpi anda. Tahap demi tahapnya menuju mimpi terbesar anda tersebut. Rasakan sesaat nikmatnya jika mimpi anda sudah tercapai. Lalu, bukalah mata anda. Bukankah itu yang anda inginkan. Maka masihkah anda berdiam diri dan menutup mata anda kembali. TIDAK!! TIDAK!! Teriaklah dengan penuh keyakinan dan optimisme.
Tulis kembali 100 target baru anda!! Gunakan kertas baru, lebih
berwarna, skala prioritas dan tambahkan gambar-gambar kreatif yang sama
dengan target anda. Lalu bandingkan dengan 100 target anda yang
sebelumnya, maka masihkah anda berdiam diri dan bersantai-santai saja. TIDAK!!! TIDAK!!! TIDAK!!! Teriaklah satu kali lagi dengan lebih yakin dan lebih optimis.
Lakukan sekaraaaaaaaaaang!!!
Jawaban kehidupan muncul karena adanya pertanyaan tentang kehidupan itu sendiri. Temukan JAWABANnya di sini!!!
Sabtu, 05 Januari 2013
Jumat, 03 Agustus 2012
Ibu
BERSINAR KAU BAGAI CAHAYA
KAN SELALU BERI KU PENERANGAN
SELEMBUT SUTRA KASIH BUNGA
SELALU KURASA DALAM SUKA DAN DUKA
KAU LAH IBUKU CINTA KASIHKU
TERIMA KASIHKU TAK KAN PERNAH TERHENTI
KAU BAGAI MATAHARI
YANG SLALU BERSINAR
SINARI HIDUPKU DENGAN KEHANGATANMU
BAGAIKAN EMBUN KESEJUKAN
HATI IN DERNGAN KASIH SAYANGMU
BETAPA KAU SANGAT BERARTI
DAN BAGIKU KAU TAK KAN PERNAH TERGANTI
KAU LAH IBUKU CINTA KASIHKU
TERIMA KASIHKU TAK KAN PERNAH TERHENTI
KAU BAGAI MATAHARI
YANG SLALU BERSINAR
SINARI HIDUPKU DENGAN KEHANGATANMU
KAU LAH IBUKU CINTA KASIHKU
TERIMA KASIHKU TAK KAN PERNAH TERHENTI
KAU BAGAI MATAHARI
YANG SLALU BERSINAR
SINARI HIDUPKU DENGAN KEHANGATANMU
SINARI HIDUPKU DENGAN KEHANGATANMU
Selasa, 26 Juni 2012
Proses
Jika kebanyakan orang mengeluh akan kehidupannya, maka saya juga salah satunya. Mengeluh itu lumrah sebagai salah satu sifat manusia. Namun, apakah kemudian hidup itu hanya mengeluh dan mengeluh? Saya harus jawab dengan tegas "tentu TIDAK".
Ingat hidup memang sudah digariskan menjalani segala penderitaan. Ketika manusia diuji dengan penderitaan maka sebenarnya itu adalah ujian. Dalam proses kehidupan, ujian diperlukan untuk meningkatkan level dan memberi evaluasi ketahanan diri. Maka barang siapa yang mampu mengatasi dan melewati ujian tersebut tentu keberhasilan dan kebahagiaan yang didapat. Tapi sebaliknya, bagi siapa pun yang menyerah dalam proses tersebut maka penderitaan demi penderitaan lah yang akan terus dijalani (kegagalan).
Mengeluh akan ujian yang terlampau berat bukan berarti berhenti berjuang atau gagal. Seseorang hanya butuh waktu. Mengeluh masih dianggap wajar selama ujian pada akhirnya tetap diselesaikan. Mengeluh bisa membantu seseorang bangkit disaat terjatuh. Mengeluh juga berarti mempertanyakan kemampuan diri apakah sanggup melalui ujian tersebut. Jika kemudian menguatkan keyakinan dan mempertegas langkah maka mengeluh akan menjadi bagian dari proses penyelesaian ujian tersebut. Hal tersebut dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut:
1. Ujian ringan --> lulus
2. Ujian berat --> belum lulus --> mengeluh --> evaluasi --> ujian ulang --> lulus
3. Ujian berat --> belum lulus --> mengeluh --> ujian ulang --> mengeluh --> evaluasi --> ujian ulang --> lulus
4. Ujian berat --> belum lulus --> mengeluh --> ujian ulang --> mengeluh --> ujian ulang --> mengeluh --> gagal
Penggambaran di atas akan menunjukkan posisi diri kita. Apakah kita masuk dalam kategori nomor 2, 3 atau nomor 4? Kemudian menentukan apakah kita sebagai pemenang sejati yang bangkit dari keterpurukan atau pecundang yang terus terjerembab kegagalan mutlak? Maka tak selamanya mengeluh itu buruk. Silahkan keluarkan keluhan-keluhan anda, karena anda butuh evaluasi.
Dalam kondisi seperti ini, ada yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang kuat sehingga ia mampu berdiri sendiri. Memotivasi dan meyakinkan dirinya menjadi modal awal kebangkitannya. Namun, jika ini menjadi titik kelemahan maka harus ada seseorang di samping anda yang senantiasa mendengarkan sekaligus memberikan masukan (motivasi eksternal). Mulailah belajar mengenali diri anda sendiri.
Mengeluh akan ujian yang terlampau berat bukan berarti berhenti berjuang atau gagal. Seseorang hanya butuh waktu. Mengeluh masih dianggap wajar selama ujian pada akhirnya tetap diselesaikan. Mengeluh bisa membantu seseorang bangkit disaat terjatuh. Mengeluh juga berarti mempertanyakan kemampuan diri apakah sanggup melalui ujian tersebut. Jika kemudian menguatkan keyakinan dan mempertegas langkah maka mengeluh akan menjadi bagian dari proses penyelesaian ujian tersebut. Hal tersebut dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut:
1. Ujian ringan --> lulus
2. Ujian berat --> belum lulus --> mengeluh --> evaluasi --> ujian ulang --> lulus
3. Ujian berat --> belum lulus --> mengeluh --> ujian ulang --> mengeluh --> evaluasi --> ujian ulang --> lulus
4. Ujian berat --> belum lulus --> mengeluh --> ujian ulang --> mengeluh --> ujian ulang --> mengeluh --> gagal
Penggambaran di atas akan menunjukkan posisi diri kita. Apakah kita masuk dalam kategori nomor 2, 3 atau nomor 4? Kemudian menentukan apakah kita sebagai pemenang sejati yang bangkit dari keterpurukan atau pecundang yang terus terjerembab kegagalan mutlak? Maka tak selamanya mengeluh itu buruk. Silahkan keluarkan keluhan-keluhan anda, karena anda butuh evaluasi.
Dalam kondisi seperti ini, ada yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang kuat sehingga ia mampu berdiri sendiri. Memotivasi dan meyakinkan dirinya menjadi modal awal kebangkitannya. Namun, jika ini menjadi titik kelemahan maka harus ada seseorang di samping anda yang senantiasa mendengarkan sekaligus memberikan masukan (motivasi eksternal). Mulailah belajar mengenali diri anda sendiri.
Kesuksesan
Kesempurnaan, kesuksesan, kemenangan, keberhasilan, kejayaan dan masih banyak kata-kata lain yang menggambarkan harapan setiap manusia (normal tentunya). Namun banyak pula yang tidak mengetahui atau lupa dan tidak sadar bahwa dirinya sedang dalam proses yang bermuara pada kondisi yang sebaliknya. Sehingga akhirnya mereka mengeluh, pasrah dan berkata "Allah tidak menggariskan kesuksesan dalam hidup saya".
Muncul pertanyaan, seberapa besar sebenarnya dorongan manusia untuk menjadikan dirinya menggapai harapannya? Kenapa kebanyakan manusia cenderung membiarkan, lupa dan tidak sadar telah menjebloskan dirinya gagal, kalah dan menderita bahkan sampai akhir hidupnya? Padahal Allah telah berfirman "Tidak akan Aku rubah suatu kaum, jika tidak merubahnya sendiri". Lalu, bagaimana manusia seharusnya menempatkan dirinya agar senantiasa tertuju pada harapan hidupnya yang sempurna?
Manusia dilahirkan dalam kelemahan dan ketidaksempurnaan. Bayi yang baru lahir akan menangis. Hal ini menjadi bukti bahwa manusia menderita sejak dilahirkan. Meskipun pada saat itu orang-orang disekitarnya tersenyum. Namun tidak ada satupun yang mengetahui bayi tersebut kelak akan membuat orang tersenyum kembali atau justru sebalikya. Bahkan sampai kedua orang tuanya bersumpah menyesal telah melahirkannya.
Manusia yang sadar akan kelemahan dan ketidaksempurnaannya tersebut tentunya akan terus berusaha memperjuangkan hidupnya paling tidak mendekati kesempurnaan. Namun kecenderungan manusia, bahkan dalam keadaan sadar, telah menjebloskan dirinya menjadi gagal, kalah dan menderita bahkan sampai akhir hidupnya. Padahal harapannya yang tinggi, seharusnya membuat manusia selalu menempatkan dirinya agar senantiasa berjalan pada "rel" yang tepat.
Manusia dilahirkan dalam kelemahan dan ketidaksempurnaan. Bayi yang baru lahir akan menangis. Hal ini menjadi bukti bahwa manusia menderita sejak dilahirkan. Meskipun pada saat itu orang-orang disekitarnya tersenyum. Namun tidak ada satupun yang mengetahui bayi tersebut kelak akan membuat orang tersenyum kembali atau justru sebalikya. Bahkan sampai kedua orang tuanya bersumpah menyesal telah melahirkannya.
Manusia yang sadar akan kelemahan dan ketidaksempurnaannya tersebut tentunya akan terus berusaha memperjuangkan hidupnya paling tidak mendekati kesempurnaan. Namun kecenderungan manusia, bahkan dalam keadaan sadar, telah menjebloskan dirinya menjadi gagal, kalah dan menderita bahkan sampai akhir hidupnya. Padahal harapannya yang tinggi, seharusnya membuat manusia selalu menempatkan dirinya agar senantiasa berjalan pada "rel" yang tepat.
Minggu, 24 Juni 2012
AKU ingin MENULIS kembali...
Waaaaaaaaahhhhhh.... banyak juga yang ingin saya tulis. Saya mulai dari mana ya? Hmmm... Saya mulai dari hal pribadi dulu aja deh, karena rasanya saya harus berbagi kabar dulu nih, sudah cukup lama tidak menambah daftar "Entri". Padahal ada begitu banyak waktu dan kesempatan untuk terus melatih menjadi penulis yang handal. Tapi ya saya akui, kadang meluangkan waktu sebentar aja rasanya berat.
Lain dulu lain sekarang, kalimat yang pas untuk menggambarkan kondisi saya saat ini. Saat ini saya tinggal dan berwiraswasta di daerah Mauk, Tangerang. Saya merasa nyaman dengan keadaan sekarang. Ada beberapa alasan, pertama, saya merasa tenang karena dekat dengan keluarga terutama "Ema". Tentu saja saya ingin menjadi anak yang berbakti dengan senantiasa membantu beliau dimasa tuanya. Membantu dalam arti selalu berada didekatnya, karena posisi anak pasti yang paling diharapkan keberadaanya meski sekedar membeli "tabung gas".
Kedua, secara perlahan saya mulai meniti karir impian saya yakni menjadi "Bos". Cukup bagi saya pengalaman menjadi pegawai. Keyakinan dan motivasi menuntun saya menjalani hari demi hari untuk selalu meningkatkan kemampuan "entrepreneur" hingga menargetkan pensiun di usia 35 tahun. Selain itu mimpi ini sejalan dengan kemampuan, bakat dan hobi saya pribadi. Prinsip saya semua perjalanan hidup atau pengalaman adalah ilmu. Semakin hari maka ilmu saya harus bertambah.
Ketiga, saat ini saya terus mencapai 3 alasan utama berwiraswasta yakni Financial Freedom, Passive Income dan More Time. Saya menikmati hari-hari menjadi pengusaha amatir walaupun masih memiliki hutang, masih berstatus rangkap pegawai dan terlalu sibuk untuk meluangkan waktu berlibur.
Keempat, meski dikatakan tinggal di desa, saya tetap percaya diri. Karena bukan sekedar desa atau kota yang akan menjadi pembeda, tapi lebih dari itu. Faktanya desa lebih nyaman dari pada kota. Fasilitas cukup lengkap. Kesempatan dan peluang juga sama banyaknya karena itu tergantung orangnya. Bahkan lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri dan mengembangkan orang lain.
Kelima, Mauk adalah "titik" bagi saya. Mauk lebih dari sekedar desa (dalam pemahaman umum), karena Mauk menjadi sentral ekonomi, pendidikan dan pemerintahan. Mauk adalah kecamatan, pasar dan populasi ribuan penduduk. Selain itu Mauk dekat dengan Kota Tangerang dan Ibukota Jakata. Maka tidak salah jika saya jadikan Mauk sebagai "titik" dan lebih dari itu menjadi "lingkaran utama".
Itulah alasan saya memilih Mauk sebagai tempat yang nyaman untuk saya dan masa depan saya selanjutnya.
Tentu saja saya ingin berbagi cerita ini karena masukan, saran dan kritik dari anda tentu akan membuat lebih bernilai tulisan ini dan berikutnya. Selanjutnya apa yang saya lakukan di Mauk??? tunggu cerita berikutnya.
Kamis, 29 April 2010
Matiku Makin Dekat
Jika Allah mencabut nyawa ini
Ya Allah, Engkau maha kuasa atas segala sesuatu
Engkau hendaki apa yang Kau kehendaki
Engkau buktikan apa yang Kau janjikan
Ya Allah, izinkan hamba yang hina ini
Memohon kepada-Mu untuk kesekian kalinya
Karena aku tahu hidayah dan karunia-Mu tak akan habis
Bila dibandingkan dengan isi jagad raya ini
Ya Allah, aku tahu diri ini pasti akan kembali kepada keribaan-Mu
Aku tahu raga ini akhirnya hancur beserta materi yang mengikutinya
Namun ya Allah, jika akhirnya Kau cabut nyawa ini
Apakah jiwa yang kotor ini Kau terima?
Sedangkan Engau Maha Suci, bersih dan indah
Segala puji hanya bagi-Mu
Aku mohon pada-Mu
Izinkan hamba membersihkan dan mensucikan jiwa ini
Tanpa pertolongan-Mu, jiwa ini akan tetap kotor
Ya Allah, Engkau maha kuasa atas segala sesuatu
Engkau hendaki apa yang Kau kehendaki
Engkau buktikan apa yang Kau janjikan
Ya Allah, izinkan hamba yang hina ini
Memohon kepada-Mu untuk kesekian kalinya
Karena aku tahu hidayah dan karunia-Mu tak akan habis
Bila dibandingkan dengan isi jagad raya ini
Ya Allah, aku tahu diri ini pasti akan kembali kepada keribaan-Mu
Aku tahu raga ini akhirnya hancur beserta materi yang mengikutinya
Namun ya Allah, jika akhirnya Kau cabut nyawa ini
Apakah jiwa yang kotor ini Kau terima?
Sedangkan Engau Maha Suci, bersih dan indah
Segala puji hanya bagi-Mu
Aku mohon pada-Mu
Izinkan hamba membersihkan dan mensucikan jiwa ini
Tanpa pertolongan-Mu, jiwa ini akan tetap kotor
Aku adalah Diriku
Semakin bertambah usia
Semakin aku lebih mengenal
Siapa diri ini sebenarnya
Berharap aku lebih bisa menjadi diriku sebenarnya
Aku harus bisa lebih menguasai diri
Aku harus bisa mengeluarkan seluruh potensi
Buat diri ini bangga
Atas apa yang dilakukan meski itu kecil
Biarkan saja mengalir seperti air
Lalui semua liku kehidupan
Selalu ingatkan diri ini tentang cerita lalu
Agar terus belajar memperbaiki diri
Lalu tanyakan apa perubahannya?
Semakin aku lebih mengenal
Siapa diri ini sebenarnya
Berharap aku lebih bisa menjadi diriku sebenarnya
Aku harus bisa lebih menguasai diri
Aku harus bisa mengeluarkan seluruh potensi
Buat diri ini bangga
Atas apa yang dilakukan meski itu kecil
Biarkan saja mengalir seperti air
Lalui semua liku kehidupan
Selalu ingatkan diri ini tentang cerita lalu
Agar terus belajar memperbaiki diri
Lalu tanyakan apa perubahannya?
Kamis, 15 April 2010
Mengingatkan

Teringat akan tulisanku tentang kematian
Semakin lama semakin terbayangkan
Dekat... itu yang kurasakan
Makin hari kian mendebarkan
Hilangkan semua impian dan harapan
Namun yang kutunggu tak kunjung datang
Mungkinkah ini hanya ujian dan cobaan
Hingga kuyakin masih ada kesempatan
Hingga kulewati dan akan ku akhiri dengan kemenangan
Selasa, 13 April 2010
Bagaimana arti CINTA dimata anda?

Bagaimanapun arti cinta dimata anda, maka itu hak anda pribadi sepenuhnya untuk mengartikannya. Bagi saya jawaban apapun yang anda lontarkan akan saya terima. Karena mungkin sudut pandang kita berbeda dengan yang lainnya. Namun, sebelum kita membicarakan lebih banyak tentang cinta, pertanyaan pertama yang ingin saya tanyakan adalah satu kata apa yang akan anda padukan atau hubungkan dengan kata cinta?
Mungkin beberapa jawaban yang muncul diantaranya adalah tuhan, agama, suci, indah, mati, buta, nafsu, monyet, dunia, harta, wanita, ayat-ayat, lagu, perasaan, jodoh, suami/istri, pacar, anak, saudara, surat, cerita, putus atau mungkin Laura. Kata-kata di atas sebagian merupakan kata positif dan sebagian lagi kata negatif. Mungkin juga mencerminkan pikiran anda.
Saya sendiri memiliki jawaban yang mungkin sama dengan anda. Satu kata yang bisa dipadukan atau hubungkan dengan kata cinta bagi saya adalah iman. Cinta dan iman, dua kata yang menyejukkan hati.
Mungkin anda mulai sependapat, meski saya belum memberikan alasan apapun. Mungkin juga apa yang ada dalam pikiran anda tentang dua kata tersebut, sama persis dengan apa yang saya pikirkan. Bahkan saat ini anda juga mulai merasakan perasaan yang sama dengan apa yang saya rasakan ketika mendengar kata cinta dan iman.
Lalu apa yang saya maksud dengan hubungan antara cinta dan iman? Iman adalah bibit dari cinta. Iman mengawali proses perkenalannya. Iman pula yang mendalaminya. Hingga akhirnya iman juga lah yang menguatkan dan meyakinkannya. Kemudian bisa dipastikan cinta itu datang hingga meresap ke dalam hati. Kenapa iman? Karena iman itu percaya.
Cinta hadir bukan karena kebetulan apalagi keterpaksaan. Cinta datang karena keyakinan dengan hati, pengikraran dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Semua bisa ditunjukkan dan dibuktikan. Sering menyebut, hati merasakan kekaguman, melihat yang baik-baik saja, mengorbankan, mentaati, berharap dan menghindari serta mencegah sesuatu yang buruk.
Oleh karena itu, tanpa ada proses keimanan atau kepercayaan maka cinta itu tidak akan datang. Justru yang ada adalah nafsu syahwat yang sifatnya sementara dan akhirnya menimbulkan kesia-siaan.
Pada akhirnya dengan cinta lah semua hal mudah untuk dilakukan atau dikerjakan bahkan ikhlas dikorbankan. Alangkah nikmatnya jika cinta bersemi di dalam lubuk hati kita. Cinta tersebut bisa kita luapkan untuk Allah, Tuhan Semesta Alam, untuk orang tua dan saudara kakak atau adik, suami atau istri, anak atau murid, teman dan kerabat serta alam ini.
Maka bagi saya arti cinta adalah ketika hati ini meyakinkan, lidah fasih mengikrarkan, tangan dan kaki ikhlas mengorbankan.
Sabtu, 03 April 2010
Tahun 2010

Berapapun usia kita di tahun 2010 ini tidak akan menjadi masalah, selama kita masih memiliki semangat untuk terus belajar. Karena orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu, tapi orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan. Hanya dengan cara itulah kita benar-benar akan meraih masa depan dengan gemilang.
Semua orang bermimpi untuk menjadi orang yang berhasil. Tapi tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Karena hanya itulah satu-satunya kesempatan kita.
Terus belajar dan mencoba. Maka dua hal itulah yang harus dan terus kita lakukan demi meraih mimpi-mimpi kita. Apapun mimpi anda dan kita semua. Meski rintangan selalu menerjang. Selama kita pantang menyerah dan mencoba lagi, maka hasil tentulah akan kita dapatkan. Hasil yang sempurna atau belum, tergantung evaluasi kita terhadap usaha yang sudah kita coba.
Secara pribadi saya juga melakukan hal tersebut di atas. Tentu saja karena saya meyakininya. Karena saya sadari dalam setiap percobaan yang saya lakukan, maka saya akan benar-benar menemukan dan belajar dari kesalahan. Sehingga pada akhirnya kesalahan dapat diperbaiki dan kesempurnaan bisa saya raih.
Semua itu tentu adalah proses. Proses tersebut akan membutuhkan waktu. Maka, pemanfaatan waktu yang baik adalah upaya kita mempercepat meraih mimpi. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena hanya orang-orang yang memiliki 6 (enam) sifat yang yang mampu melewati ujian dalam proses tersebut.
Pertama adalah integritas. Integritas adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan. Karena integritas mengingatkan kita dengan mimpi-mimpi besar kita. Kedua adalah optimisme. Takkan ada mimpi yang bisa kita raih jika memandang suram masa depan kita sendiri. Optimisme menguatkan keyakinan bahwa ada suatu masa yang lebih baik di masa depan kita nanti. Optimisme membuat kita terus membuka lembaran-lembaran baru, karena masih ada kemungkinan setiap lembaran yang kita buka adalah harapan dan kesempatan.
Ketiga adalah menyukai perubahan. Orang-orang yang melihat adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Jika kita tidak berubah, maka kita tidak akan tumbuh. Keempat adalah berani menghadapi resiko. Kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, maka kita mengambil resiko. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting. Karena kebanyakan orang justru menghindari resiko. Padahal jika kita bisa menghitung resiko maka keuntungan yang ada di balik risiko itulah kesempatan kita.
Kelima adalah ulet (persistence). Kecenderungan dari seorang pengecut adalah mereka menyerah saat sesuatunya menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan gagal, mereka lalu mencanangkan motto, "Jika Anda gagal di langkah pertama, sudahlah menyerahlah dan lakukan sesuatu yang lain." keenam adalah berdedikasi. Dedikasi melibatkan kesabaran (patience) dan kerja keras (hard work). Sejarah mencatat, orang-orang yang berdedikasi pada suatu hal merupakan orang-orang yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah. Terakhir adalah komitmen. Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan (mimpi). Komitmen tinggi berkorelasi positif dengan kemandirian dan “Self Control”.
Yakinkan diri kita bisa meraih mimpi setinggi apapun. Lalu, pertanyaan berikutnya apa mimpi anda?
Kamis, 11 Februari 2010
Katakan dengan LISAN atau TULISAN?

Mungkin ini salah satu pertanyaan awal yang muncul dalam benak Anda. Jika benar adanya, maka Anda merupakan salah satu orang yang belum mengetahui konsep diri Anda sendiri. Anda masih bingung untuk memutuskan, apakah harus mengatakan langsung atau Anda justru mengurungkan niat. Dengan alasan malu, tidak ada keberanian, takut menyinggung atau meyakini bahwa "diam itu emas", dan lain sebagainya, maka Anda benar-benar tidak berbuat apa-apa. Apa yang ada dalam pikiran Anda, tetap ada di dalamnya dan lambat laun menghilang karena Anda pun tidak ingin memikirkannya lebih lama. Tapi kemudian setelah orang lain yang menyampaikan, dengan percaya diri Anda mengatakan "Saya baru saja ingin mengatakan itu" atau "Itu yang Saya pikirkan" atau sekedar "idem".
Diluar alasan atau faktor karena Anda memang malu, tidak ada keberanian, takut menyinggung atau meyakini bahwa "diam itu emas", dan lain sebagainya, maka Anda harus benar-benar menyimpulkan konsep diri Anda sendiri. Apakah Anda mengetahui kecerdasan linguistic, intrapersonal dan interpersonal Anda rendah? Ataukah ada alasan lain?
Berdasarkan penelitian, sebagian orang yang memiliki kecerdasan lingustic dominan mampu menggunakan bahasa untuk membangkitkan (memberi semangat), meyakinkan, mendorong (sugestion verbal), meminta tolong (sehingga orang lain berempati) dan menyampaikan informasi baik secara verbal ataupun nonverbal. Sedangkan orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal mampu memahami perasaan, mimpi-mimpi dan ide-ide pribadi serta memahami emosi, maksud dan tujuan pribadinya sendiri. Dan orang yang memiliki kecerdasan interpersonal mampu untuk memahami, melihat cita-cita, motivasi-motivasi dan maksud-maksud orang lain serta bekerjasama secara efektif dengan orang lain.
Secara umum, semua orang memiliki kecerdasan yang sama, ada yang dominan pada kecerdasan-kecerdasan tertentu. Namun jika kecerdasan tersebut tidak dilatih, maka hasilnya tetap nihil. Maka, kecerdasan apapun yang Anda miliki, jika Anda melatihnya dengan sungguh-sungguh, paling tidak Anda akan mendapatkan nilai. Nilai yang tinggi adalah jika Anda melatih kecerdasan yang memang dimiliki.
Kecerdasan linguistic, intrapersonal dan interpersonal Anda harus dilatih. Karena akan mempengaruhi kualitas penyampaian ide atau pendapat Anda. Terlepas Anda mengatakannya dengan lisan atau tulisan. Ketika Anda ingin berkomentar atau mengajukan pendapat atau mengkritisi tentang sesuatu hal, maka Anda tidak perlu berfikir panjang dan terlalu lama untuk menyampaikannya. Anda bisa menyampaikannya secara lisan, jika Anda memiliki kemampuan mengolah kosa kata yang baik (komunikatif), intonasi suara, bahasa tubuh yang menarik, suka berinteraksi, percaya diri tampil di depan umum, peka terhadap perasaan orang lain, wawasan yang luas dan mengetahui secara pasti apa yang harus Anda katakan. Namun, jika Anda tidak memiliki sebagian kemampuan di atas, maka lebih baik katakan lewat tulisan.
Mengatakan dengan lisan ataupun tulisan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jika Anda berharap apa yang ingin Anda katakan didengarkan atau tulisan Anda dibaca orang lain, sehingga memberikan semangat, mempengaruhi, diikuti dan bahkan menjadi inspirasi buat orang lain. Maka saya katakan "Anda harus banyak latihan, kawan!!!"
Jika Anda ingin menjadi seseorang yang menjadi inspirasi buat orang lain, paling tidak buat keluarga terdekat Anda, maka tentu semua melalui proses yang panjang. Anda memang bisa menjadi apa saja yang Anda inginkan dan Anda bisa memilih menjadi orang biasa atau menjadi inspirasi orang lain. Semua terserah Anda!!! Namun, hidup Anda akan lebih berarti jika Anda bisa membantu orang lain. Maka lewat tulisan ini, adalah ajakan untuk Anda yang ingin menjadi seseorang yang menginspirasi.
Saya sendiri ingin menjadi pembicara/motivator HEBAT dan penulis buku BEST SELLER yang akan Anda tunggu kehadirannya. Itu janji Saya!!!
Selasa, 09 Februari 2010
Perkenalkan!

Kata kebanyakan orang, menulis itu susah. Tapi, sebagian orang yang sudah menjadi penulis besar, dengan mudahnya mengatakan "Tulis saja apa yang ada dalam pikiran Anda". Semua ada benarnya, tergantung pendapat Anda sekarang!!! Namun, menurut pendapat saya, memang apa salahnya jika kita mencoba memulai menulis. Menulis apa saja yang Anda suka. Buat saya menulis tentang "Jawaban Semua Pertanyaan Hidup" akan membantu memotivasi diri untuk terus bertanya dan mencari jawabannya. Tentu dengan harapan orang lain juga akan mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan ini nantinya.
Maka izinkan saya mulai memperkenalkan diri lewat tulisan awal ini. Karena mungkin Anda adalah orang yang bisa mengenali orang lain melalui tulisannya. Saya katakan Anda adalah orang hebat. Tapi, tak banyak yang perlu Anda ketahui tentang diri saya. Karena saya bukan atau mungkin belum menjadi orang yang perlu dan seharusnya Anda kenali. Kebetulan saya bukan artis ternama atau pejabat teras atau penulis "best seller" atau pun pengusaha sukses. Hal yang perlu Anda ketahui adalah saya punya banyak mimpi. Mimpi yang mungkin sama dengan Anda.
Saya hanyalah orang yang rindu untuk menulis. Karena sudah cukup lama saya berhenti menulis. Padahal, menulis bagi saya adalah kebutuhan. Seperti halnya makan ketika lapar atau minum ketika haus. Karena ketika panca indera bertanya tentang apa yang dilihatnya, didengarnya, diciumnya dan dirasakannya, maka tulisan adalah jawabannya. Saya merasa sepertinya Anda juga merasakan hal yang sama dan kepala Anda akan mengangguk-angguk menandakan persetujuan.
Tentu akan banyak hal yang akan saya tuliskan, tergantung indera mana dari diri saya yang paling peka terhadap apa yang terjadi di sekitar. Mungkin saya hanya akan menulis semua hal tentang diri saya secara pribadi (narsis). Mungkin saya justru akan lebih kritis terhadap kondisi ekonomi, sosial, politik, agama, pendidikan, budaya atau teknologi.
Akan lebih melengkapi tulisan-tulisan itu nantinya, jika Anda turut terlibat memberikan opini, tanggapan, sanggahan, kritik dan sarannya. Panggil saja nama saya Kang Erry.
Langganan:
Postingan (Atom)