Kamis, 11 Februari 2010

Katakan dengan LISAN atau TULISAN?


Mungkin ini salah satu pertanyaan awal yang muncul dalam benak Anda. Jika benar adanya, maka Anda merupakan salah satu orang yang belum mengetahui konsep diri Anda sendiri. Anda masih bingung untuk memutuskan, apakah harus mengatakan langsung atau Anda justru mengurungkan niat. Dengan alasan malu, tidak ada keberanian, takut menyinggung atau meyakini bahwa "diam itu emas", dan lain sebagainya, maka Anda benar-benar tidak berbuat apa-apa. Apa yang ada dalam pikiran Anda, tetap ada di dalamnya dan lambat laun menghilang karena Anda pun tidak ingin memikirkannya lebih lama. Tapi kemudian setelah orang lain yang menyampaikan, dengan percaya diri Anda mengatakan "Saya baru saja ingin mengatakan itu" atau "Itu yang Saya pikirkan" atau sekedar "idem".

Diluar alasan atau faktor karena Anda memang malu, tidak ada keberanian, takut menyinggung atau meyakini bahwa "diam itu emas", dan lain sebagainya, maka Anda harus benar-benar menyimpulkan konsep diri Anda sendiri. Apakah Anda mengetahui kecerdasan linguistic, intrapersonal dan interpersonal Anda rendah? Ataukah ada alasan lain?



Berdasarkan penelitian, sebagian orang yang memiliki kecerdasan lingustic dominan mampu menggunakan bahasa untuk membangkitkan (memberi semangat), meyakinkan, mendorong (sugestion verbal), meminta tolong (sehingga orang lain berempati) dan menyampaikan informasi baik secara verbal ataupun nonverbal. Sedangkan orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal mampu memahami perasaan, mimpi-mimpi dan ide-ide pribadi serta memahami emosi, maksud dan tujuan pribadinya sendiri. Dan orang yang memiliki kecerdasan interpersonal mampu untuk memahami, melihat cita-cita, motivasi-motivasi dan maksud-maksud orang lain serta bekerjasama secara efektif dengan orang lain.

Secara umum, semua orang memiliki kecerdasan yang sama, ada yang dominan pada kecerdasan-kecerdasan tertentu. Namun jika kecerdasan tersebut tidak dilatih, maka hasilnya tetap nihil. Maka, kecerdasan apapun yang Anda miliki, jika Anda melatihnya dengan sungguh-sungguh, paling tidak Anda akan mendapatkan nilai. Nilai yang tinggi adalah jika Anda melatih kecerdasan yang memang dimiliki.

Kecerdasan linguistic, intrapersonal dan interpersonal Anda harus dilatih. Karena akan mempengaruhi kualitas penyampaian ide atau pendapat Anda. Terlepas Anda mengatakannya dengan lisan atau tulisan. Ketika Anda ingin berkomentar atau mengajukan pendapat atau mengkritisi tentang sesuatu hal, maka Anda tidak perlu berfikir panjang dan terlalu lama untuk menyampaikannya. Anda bisa menyampaikannya secara lisan, jika Anda memiliki kemampuan mengolah kosa kata yang baik (komunikatif), intonasi suara, bahasa tubuh yang menarik, suka berinteraksi, percaya diri tampil di depan umum, peka terhadap perasaan orang lain, wawasan yang luas dan mengetahui secara pasti apa yang harus Anda katakan. Namun, jika Anda tidak memiliki sebagian kemampuan di atas, maka lebih baik katakan lewat tulisan.

Mengatakan dengan lisan ataupun tulisan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jika Anda berharap apa yang ingin Anda katakan didengarkan atau tulisan Anda dibaca orang lain, sehingga memberikan semangat, mempengaruhi, diikuti dan bahkan menjadi inspirasi buat orang lain. Maka saya katakan "Anda harus banyak latihan, kawan!!!"

Jika Anda ingin menjadi seseorang yang menjadi inspirasi buat orang lain, paling tidak buat keluarga terdekat Anda, maka tentu semua melalui proses yang panjang. Anda memang bisa menjadi apa saja yang Anda inginkan dan Anda bisa memilih menjadi orang biasa atau menjadi inspirasi orang lain. Semua terserah Anda!!! Namun, hidup Anda akan lebih berarti jika Anda bisa membantu orang lain. Maka lewat tulisan ini, adalah ajakan untuk Anda yang ingin menjadi seseorang yang menginspirasi.

Saya sendiri ingin menjadi pembicara/motivator HEBAT dan penulis buku BEST SELLER yang akan Anda tunggu kehadirannya. Itu janji Saya!!!

Selasa, 09 Februari 2010

Perkenalkan!


Kata kebanyakan orang, menulis itu susah. Tapi, sebagian orang yang sudah menjadi penulis besar, dengan mudahnya mengatakan "Tulis saja apa yang ada dalam pikiran Anda". Semua ada benarnya, tergantung pendapat Anda sekarang!!! Namun, menurut pendapat saya, memang apa salahnya jika kita mencoba memulai menulis. Menulis apa saja yang Anda suka. Buat saya menulis tentang "Jawaban Semua Pertanyaan Hidup" akan membantu memotivasi diri untuk terus bertanya dan mencari jawabannya. Tentu dengan harapan orang lain juga akan mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan ini nantinya.

Maka izinkan saya mulai memperkenalkan diri lewat tulisan awal ini. Karena mungkin Anda adalah orang yang bisa mengenali orang lain melalui tulisannya. Saya katakan Anda adalah orang hebat. Tapi, tak banyak yang perlu Anda ketahui tentang diri saya. Karena saya bukan atau mungkin belum menjadi orang yang perlu dan seharusnya Anda kenali. Kebetulan saya bukan artis ternama atau pejabat teras atau penulis "best seller" atau pun pengusaha sukses. Hal yang perlu Anda ketahui adalah saya punya banyak mimpi. Mimpi yang mungkin sama dengan Anda.

Saya hanyalah orang yang rindu untuk menulis. Karena sudah cukup lama saya berhenti menulis. Padahal, menulis bagi saya adalah kebutuhan. Seperti halnya makan ketika lapar atau minum ketika haus. Karena ketika panca indera bertanya tentang apa yang dilihatnya, didengarnya, diciumnya dan dirasakannya, maka tulisan adalah jawabannya. Saya merasa sepertinya Anda juga merasakan hal yang sama dan kepala Anda akan mengangguk-angguk menandakan persetujuan.

Tentu akan banyak hal yang akan saya tuliskan, tergantung indera mana dari diri saya yang paling peka terhadap apa yang terjadi di sekitar. Mungkin saya hanya akan menulis semua hal tentang diri saya secara pribadi (narsis). Mungkin saya justru akan lebih kritis terhadap kondisi ekonomi, sosial, politik, agama, pendidikan, budaya atau teknologi.

Akan lebih melengkapi tulisan-tulisan itu nantinya, jika Anda turut terlibat memberikan opini, tanggapan, sanggahan, kritik dan sarannya. Panggil saja nama saya Kang Erry.