Minggu, 24 Juni 2012

AKU ingin MENULIS kembali...

Waaaaaaaaahhhhhh.... banyak juga yang ingin saya tulis. Saya mulai dari mana ya? Hmmm... Saya mulai dari hal pribadi dulu aja deh, karena rasanya saya harus berbagi kabar dulu nih, sudah cukup lama tidak menambah daftar "Entri". Padahal ada begitu banyak waktu dan kesempatan untuk terus melatih menjadi penulis yang handal. Tapi ya saya akui, kadang meluangkan waktu sebentar aja rasanya berat.
Lain dulu lain sekarang, kalimat yang pas untuk menggambarkan kondisi saya saat ini. Saat ini saya tinggal dan berwiraswasta di daerah Mauk, Tangerang. Saya merasa nyaman dengan keadaan sekarang. Ada beberapa alasan, pertama, saya merasa tenang karena dekat dengan keluarga terutama "Ema". Tentu saja saya ingin menjadi anak yang berbakti dengan senantiasa membantu beliau dimasa tuanya. Membantu dalam arti selalu berada didekatnya, karena posisi anak pasti yang paling diharapkan keberadaanya meski sekedar membeli "tabung gas".
Kedua, secara perlahan saya mulai meniti karir impian saya yakni menjadi "Bos". Cukup bagi saya pengalaman menjadi pegawai. Keyakinan dan motivasi menuntun saya menjalani hari demi hari untuk selalu meningkatkan kemampuan "entrepreneur" hingga menargetkan pensiun di usia 35 tahun. Selain itu mimpi ini sejalan dengan kemampuan, bakat dan hobi saya pribadi. Prinsip saya semua perjalanan hidup atau pengalaman adalah ilmu. Semakin hari maka ilmu saya harus bertambah.
Ketiga, saat ini saya terus mencapai 3 alasan utama berwiraswasta yakni Financial Freedom, Passive Income dan More Time. Saya menikmati hari-hari menjadi pengusaha amatir walaupun masih memiliki hutang, masih berstatus rangkap pegawai dan terlalu sibuk untuk meluangkan waktu berlibur.
Keempat, meski dikatakan tinggal di desa, saya tetap percaya diri. Karena bukan sekedar desa atau kota yang akan menjadi pembeda, tapi lebih dari itu. Faktanya desa lebih nyaman dari pada kota. Fasilitas cukup lengkap. Kesempatan dan peluang juga sama banyaknya karena itu tergantung orangnya. Bahkan lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri dan mengembangkan orang lain.
Kelima, Mauk adalah "titik" bagi saya. Mauk lebih dari sekedar desa (dalam pemahaman umum), karena Mauk menjadi sentral ekonomi, pendidikan dan pemerintahan. Mauk adalah kecamatan, pasar dan populasi ribuan penduduk. Selain itu Mauk dekat dengan Kota Tangerang dan Ibukota Jakata. Maka tidak salah jika saya jadikan Mauk sebagai "titik" dan lebih dari itu menjadi "lingkaran utama".
Itulah alasan saya memilih Mauk sebagai tempat yang nyaman untuk saya dan masa depan saya selanjutnya.
Tentu saja saya ingin berbagi cerita ini karena masukan, saran dan kritik dari anda tentu akan membuat lebih bernilai tulisan ini dan berikutnya. Selanjutnya apa yang saya lakukan di Mauk??? tunggu cerita berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar