Selasa, 13 April 2010

Bagaimana arti CINTA dimata anda?



Bagaimanapun arti cinta dimata anda, maka itu hak anda pribadi sepenuhnya untuk mengartikannya. Bagi saya jawaban apapun yang anda lontarkan akan saya terima. Karena mungkin sudut pandang kita berbeda dengan yang lainnya. Namun, sebelum kita membicarakan lebih banyak tentang cinta, pertanyaan pertama yang ingin saya tanyakan adalah satu kata apa yang akan anda padukan atau hubungkan dengan kata cinta?

Mungkin beberapa jawaban yang muncul diantaranya adalah tuhan, agama, suci, indah, mati, buta, nafsu, monyet, dunia, harta, wanita, ayat-ayat, lagu, perasaan, jodoh, suami/istri, pacar, anak, saudara, surat, cerita, putus atau mungkin Laura. Kata-kata di atas sebagian merupakan kata positif dan sebagian lagi kata negatif. Mungkin juga mencerminkan pikiran anda.

Saya sendiri memiliki jawaban yang mungkin sama dengan anda. Satu kata yang bisa dipadukan atau hubungkan dengan kata cinta bagi saya adalah iman. Cinta dan iman, dua kata yang menyejukkan hati.

Mungkin anda mulai sependapat, meski saya belum memberikan alasan apapun. Mungkin juga apa yang ada dalam pikiran anda tentang dua kata tersebut, sama persis dengan apa yang saya pikirkan. Bahkan saat ini anda juga mulai merasakan perasaan yang sama dengan apa yang saya rasakan ketika mendengar kata cinta dan iman.

Lalu apa yang saya maksud dengan hubungan antara cinta dan iman? Iman adalah bibit dari cinta. Iman mengawali proses perkenalannya. Iman pula yang mendalaminya. Hingga akhirnya iman juga lah yang menguatkan dan meyakinkannya. Kemudian bisa dipastikan cinta itu datang hingga meresap ke dalam hati. Kenapa iman? Karena iman itu percaya.

Cinta hadir bukan karena kebetulan apalagi keterpaksaan. Cinta datang karena keyakinan dengan hati, pengikraran dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Semua bisa ditunjukkan dan dibuktikan. Sering menyebut, hati merasakan kekaguman, melihat yang baik-baik saja, mengorbankan, mentaati, berharap dan menghindari serta mencegah sesuatu yang buruk.

Oleh karena itu, tanpa ada proses keimanan atau kepercayaan maka cinta itu tidak akan datang. Justru yang ada adalah nafsu syahwat yang sifatnya sementara dan akhirnya menimbulkan kesia-siaan.

Pada akhirnya dengan cinta lah semua hal mudah untuk dilakukan atau dikerjakan bahkan ikhlas dikorbankan. Alangkah nikmatnya jika cinta bersemi di dalam lubuk hati kita. Cinta tersebut bisa kita luapkan untuk Allah, Tuhan Semesta Alam, untuk orang tua dan saudara kakak atau adik, suami atau istri, anak atau murid, teman dan kerabat serta alam ini.

Maka bagi saya arti cinta adalah ketika hati ini meyakinkan, lidah fasih mengikrarkan, tangan dan kaki ikhlas mengorbankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar